Kaos Polos Polos Abu Abu Mark Zuckerberg

Dalam sekian banyak kesempatan, pendiri Facebook Mark Zuckerberg tidak jarang terlihat memakai kaos berwarna abu-abu. Dengan kekayaan menjangkau miliaran dollar, Mark pasti dapat mendandani dirinya dengan setelan bermerk.

Alih-alih menggunakan barang mahal, Mark malah lebih tidak jarang terlihat mengenakan T-shirt berwarna abu-abu. Dalam suatu sesi tanya jawab, Mark ditanya mengapa dia selalu menggunakan T-shirt yang sama masing-masing hari.

Pria kelahiran 14 Mei 1984 tersebut memaparkan pemikiran sederhananya yang langsung membuat tidak sedikit orang kagum. Dia menyatakan bahwa dirinya tidak suka membuang tidak sedikit waktu di depan cermin.

“Saya benar-benar hendak mempermudah hidup saya dan menciptakan sedikit keputusan guna itu, kecuali teknik terbaik guna melayani masyarakat,” cerah Mark.

kaos polos Mark Zuckerberg

Mark pun menambahkan bahwa dia tidak menggunakan kaos yang sama masing-masing hari, melulu saja dia memiliki sejumlah kaos dengan warna yang sama.

Dalam pidatonya, Mark pun mengatakan bahwa dia menghindari untuk menciptakan keputusan kecil, laksana apa yang bakal dikenakannya masing-masing hari atau apa yang bakal disantapnya guna sarapan. Dengan kata lain, dia tidak hendak membuang tidak sedikit energi guna hal-hal sepele laksana itu.

“Saya paling beruntung sebab saya terdapat pada posisi di mana saya dapat bangun masing-masing hari dan menolong melayani lebih dari satu miliar orang,” katanya. “Dan saya bakal merasa menyesal andai saya menguras terlalu tidak sedikit energi pada hal-hal yang konyol atau ceroboh tentang kehidupan saya.

kaos polos orang sukses

Advertisements

Sejarah Kaos Oblong Polos di Dunia dan di Indonesia

Kaos oblong atau kaos polos yang biasa dinamakan dengan T-Shirt pada tadinya dikenakan oleh tentara Inggris pada zaman dulu. Kaos oblong seringkali hanya mempunyai satu model saja yang melulu menutupi semua dada, beberapa lengan dan menutupi perut. Umumnya kaos oblong tidak mempunyai saku atau kancing laksana baju kemeja di zaman sekarang. Sejarah kaos oblong tersebut sendiri pada tadinya dikenakan semua pasukan militer Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai mula abad 20. Awal mula mengapa baju itu diberi nama T-Shirt sebab orang berpikir baju tersebut menyusun huruf “ T “ sampai-sampai di beri nama T-Shirt.

Bahan yang umum dipakai untuk menciptakan baju oblong umumnya tercipta dari bahan polyester dan katun ataupun campuran dari bahan keduanya. Selain dipakai oleh tentara, pada zaman dulu kaos oblong dipakai sebagai kaos dalam yang seringkali dikenakan oleh kalangan lelaki atau perempuan bahkan anak – anak ataupun pun orang tua. Kaos oblong sangat tidak sedikit diminati oleh seluruh kalangan sebab bahan yang gampang menyerap keringat, dan sangat sesuai dikenakan saat udara sedang panas. Bahannya yang paling nyaman membuat tidak sedikit kalangan memilih kaos oblong guna dikenakan sehari – hari.

sejarah kaos oblong di indonesia

Sebelum menjadi gejala fashion laksana sekarang, kaos oblong atau kaos polos mulai dikenal di semua dunia lewat John Wayne, Marlon Brando dan James Dean yang menggunakan pakaian dalam itu untuk pakaian luar dalam film-film mereka. Dalam A Streetcar Named Desire (1951) Marlon Brando menciptakan gadis-gadis histeris dengan kaos oblongnya yang sobek dan tidak mempedulikan bahunya terbuka. Tenesse William di Broadway ialah orang kesatu yang membuat kaos oblong dengan mempunyai warna yakni abu – abu sebab pada lazimnya kaos oblong yang biasa dikenakan yakni berwarna putih polos tanpa warna ataupun model. Baju oblong dengan model warna abu – abu ini kesatu diperkenalkan oleh James Dean dalam film Rebel Without A Cause pada tahun 1955 yang langsung menjadi trend gejala fashion dunia. Beberapa kalangan berpikir bahwa kaos oblong dinilai tidak sopan dan tidak beretika. Namun gejolak ini melulu keluar dari sejumlah masyarakat saja malah dengan adanya kaos oblong dengan sekian banyak warna menjadi trend dunia sebab mereka berpikir kaos oblong sebagai lambang kemerdekaan pada anak muda.
Melihat adanya demam kaos oblong mulailah perusahaan – perusahaan konveksi dan pemilih fashion ternama mulai memproduksi kaos oblong. Idenya yaitu guna memproduksi kaos oblong dengan sekian banyak macam opsi warna dan sekian banyak model dari kaos oblong tersebut sendiri sampai-sampai pada masa itu, kaos oblong dijadikan sebagai pakaian sehari – hari dan tidak sedikit di kenakan oleh kalangan masyarakat. Berbagai brand mulai dari brand fashion casual laksana Polo, Lacoste, hingga ke segmen sport clothing seperi NIKE dan ADIDAS seluruh memproduksi kaos oblong hingga sekarang.

Sejarah Kaos Oblong Di Indonesia

Masuknya kaos oblong di Indonesia kesatu kali dibawakan oleh orang – orang Belanda. Namun pada ketika itu melulu kalangan atas saja yang dapat mengenakan kaos oblong ini sebab pemerintahan pada zaman dulu masih belum lumayan maju dan pada masa tersebut belum terdapat perusahaan yang dapat untuk memproduksi kaos oblong sampai-sampai kaos oblong termasuk dalam barang mahal. Namun tidak selang sejumlah lama selama tahun 1970 mulailah kaos oblong di kenakan oleh orang Indonesia namun belum mempunyai model laksana yang dikenakan orang Belanda. Kaos oblong kesatu yang diproduksi oleh orang Indonesia masih berwarna putih dan mempunyai bahan halus yang tipis dan baju oblong ini hanya dapat dikenakan oleh kalangan lelaki saja. Pada masa tersebut kaos oblong yang lumayan terkenal di tahun 70 an yakni merk cabe rawit, swan, 77, kembang manggis dan masih tidak sedikit yang lainnya. Pengaruh kebiasaan rock n roll di Barat, laksana The Rolling Stones, The Beatles, serta film-film James Dean, dan kebiasaan Hollywood pun mempengaruhi populernya kaos oblong di Indonesia. Banyak band rock Indonesia di tahun 70 an mengenakan kaos oblong guna pentas dan panggung.
Sekitar tahun 1980 kaos oblong ini mulai di kuasai oleh industri garment dan konveksi Indonesia. Ini dapat dibuktikan dengan mulai adanya merk – merk terkenal laksana JOGER di Bali, DAGADU di Yogyakarta dan C59 di Bandung guna segi kualitaspun sudah lumayan memadai mulai dari bahan yang bagus dan berbobot | berbobot | berkualitas dan model – model yang sangat pelbagai mulai dari motif yang lumayan kreatif dari tiap modelnya.

Mulai tahun 1990 – an ialah tahun di mana dunia kaos mulai paling berkembang pesat di Indonesia dapat diperlihatkan dengan timbulnya perusahaan – perusahaan berskala besar yang sangat hendak sekali untuk membuat kaos oblong dengan kualitas baik inilah dengan model – model yang sedang mendunia. Merek merek familiar tahun 90 an dikuasai oleh garment-garment besar yang memproduksi brand HAMMER, POSHBOY, OSELLA, dan lain-lain yang dipasarkan terutama melewati department store dan mall yang mulai marak pada masa itu.

Di tahun 2000 an industri kaos Indonesia bergeser dari pertokoan di mall ke industri kreatif yang kecil dan unik. Banyak dari kalangan anak muda yang membuat karya kaos oblong sendiri dan design sendiri dan menproduksi sendiri. Fenomena tersebut terus berlanjut hingga kini. Terbukti dengan adanya distro – distro di masing-masing sudut kota yang diisi dengan anak muda. Untuk makna dari kata Distro tersendiri yakni “ Distribution Outlet “ yang memiliki makna toko yang menyalurkan atau memasarkan barang – barang menarik hasil karya sendiri tergolong kaos oblong.

Tahun 2010 hingga sekarang, gejala distro semakin berkembang lagi seiring dengan pertumbuhan internet dan media social. Berjamurnya distro online shop menciptakan konsumen semakin dimanja dan memiliki tidak sedikit pilihan. Adapun, kaos polos yang merupakan format dasar dari pertumbuhan kaos dari awalnya, masih tetap dipakai sampai sekarang, baik guna pakaian keseharian maupun sebagai media atau kanvas lokasi anak muda